Bayangkanlah sesuatu yang indah dimana semua tak sama

Kemana angin berhembus menuju lain dunia

Seandainya bisa memilih…

Hanya angkuh dalam lingkaran …yang membuat “kasih tak sampai”

Yang terbelenggu di dalam

perkataan yang tak pernah kuucapkan

Perasaan yang kusembunyikan

Kalimat yang tak pernah kubaca sebelumnya

Yang terbelenggu didalam

terperangkap dusta

Kenangan dan senyuman menggelantung

Yang tampaknya tak mau enyah…

Kenapa aku tak bisa lebih bahagia???

kemarin sudah berlalu

meskipun rasa sakitnya belum..

Tak ada yang abadi

termasuk cinta…air mata dan penantianku…

Kehadirannya tidak bisa mengubah kesakitanku..

Senyumannya tidak bisa membahagiakanku

Aku seperti sesosok sayap patah

Dan lebih baik aku harus mensyukuri apa yang kumiliki…..

 

Aku takut pada pekatnya malam

Tapi aku tak ingin ada sinar yang datang

Aku takut pada dalamnya lautan….

Tapi tak mau ada insan yang temani

Aku takut pada sunyinya senyap

Tapi nyaringnyapun akan pekakan perasaan

Katakan saja aku perenung jemu…..

Tentukan hayat yang ingini itu

Hanya dirinya yang ada dalam jiwa resah dan mengertiku

Dirasa orang aku tak dimengerti

Mengais semua yang tak kuingini

Bukan bahagia tapi kepuasan jiwa dicari…..

Jangan disimpulkan bila hanya melihat kabut hiasku

Semua hanya polesan dikarena tak bisa memoles hatiku..